“Hello! Oh yes, sure I’m fine. How about you? :)”
“Hello! Oh yes, sure I’m fine. How about you? :)”
Kau hadir dengan ketiadaan. Sederhana dalam ketidakmengertian.
Gerakmu tiada pasti. Namun, aku terus disini.
Mencintaimu.
Entah kenapa.
[Dewi Lestari, Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh]
*************************************************************
Kesatriaku,
Segala sesuatunya yang berkelana pun akhirnya berdiam lagi di suatu tempat. Entah itu dekat atau pun jauh.
Ia akan berhenti. Berhenti pada satu gerakan yang serentak.
Waktu pun berhenti sejenak untuk momen itu. Seperti detak jantungmu yang seakan berhenti selama beberapa detik ketika kau terkejut.
Tidak, tidak. Bukan tubuhnya yang mengeras.
Jiwa itu telah menemukan jangkarnya.
Jiwa itu telah berlindung dibalik sebuah perisai.
Berlindung dari angin yang akan menyeretnya ke dalam labirin logika yang teoristis. Dari awan yang akan meredupkan cahaya positifnya.
Kesatriaku sayang,
Aku tahu paras pualam sang Putri masih terbayang jelas guratannya.
Nafas sewangi bunga melati tercium kemana pun kau melangkah.
Jemarinya yang lentik masih terasa menggoda kulit, walaupun meninggalkan sedikit pedih pada jejaknya.
Sayang,
Lihatlah ke angkasa.
Debu-debu itu… Adakah kilaunya telah berjatuhan ke bumi? Menyiramimu dengan tetesnya hingga mengubahmu laksana orang suci yang bersinar.
Adakah ia?
Hati yang baik,
Tunggu sebentar lagi. Sebentar saja.
Bersabarlah. Bertahanlah.
Sebab, sang Bintang Jatuh akan pulang.
Pulang kemana seharusnya dia berlabuh.
Bintang Jatuh tak bisa selamanya melesat terbang. Sebab ia tak kekal.
Tak ada yang kekal, memang.
Bintang Jatuh juga ingin pulang. Bintang Jatuh juga bisa lelah.
Kau sadar, bahwa akhir ceritamu tak biasa.
Tak lagi Kesatria dengan sang Putri, katamu.
Sesekali, akhir yang diputar cukup seru ya. Katamu dengan mata berkilau.
Kilau yang membutakan Bintang Jatuh itu sendiri.
Ia takjub. Ada yang lebih mempesona dari dirinya yang selalu mendapat tepuk tangan dan decak kagum.
Kilau yang meyakinkannya, bahwa gemerlapnya tak sebenar yang ia kira.
Ia tahu, sosok bermata indah ini bisa membantunya menemukan yang selama ini ia cari.
Hal itu sudah ada di dalam dirinya. Hanya saja, ia butuh sedikit bantuan. Begini begini, ia juga masih perlu seseorang untuk dimintai tolong.
Bintang Jatuh tak semudah itu ingin tinggal.
Ia memang tak pernah tercipta untuk diam saja. Tak akan.
Aku bukan bintang biasa, tauk!
Tak pernah ia menyangka saat itu akan tiba.
Untung saja, ini berakhir dengan menyenangkan.
Semoga sesal selalu jauh darinya.
“Amiiinnn.”
*************************************************************
Denpasar, 31 Mei 2012
THISSS! OMG <3
(Source: lovesexzodiac)

Buddha is not stone nor wood nor hard shiny metal:
he is the earth, water, fire and wind that we are:
he is still in the eye of life’s raging storm
Dharma is not the sounds we call nor bows we make,
yet it is in everything that we don’t and do,
the silent prayer that stills our heart and lights all up
Sangha is not cloth for hiding money and many things,
it is the safe space we freely fly in, a bird with two wings,
flying gently but surely straight to truth, beauty and peace.
(Piya Tan, None Are So)
“Aku merasakan ada hidup yang bergejolak di dalam tubuhnya. Ada yang tidak biasa, ada semangat yang menggebu-gebu. Ada sesuatu yang lebih hidup daripada sekadar hidup.”
“Kamu menyukainya?”
“Aku menyukai suara degup jantungnya, Astral. Rasanya aku ingin mendengarkannya terus, bersandar pada dadanya terus, dan aku ingin memilikinya. Memiliki hidup!”
(Leopold Indrawan, Dongeng Sebelum Tidur ~ Pangeran dan Putri Duyung)
A random inspiration approached me and I ended up asking this to people in my life: How do you define love and life?
These are the unedited and slightly edited answers (to sum up the long passage quoted to me as an answer), and many of them answer only one from two topics asked; either “Love” or “Life”. But it doesn’t matter, because I just want to see the world from their eyes :)
*************
“Love is when you’re ready to give up things in life for the other person’s happiness. Life? I’m not sure about that.”
- William, 21.
“Love the life, and live with love.”
- Fenita, in her 30s.
“Knowledge, wisdom and sacrifice without love is nothing. Life is… How we react/respond before our Creator.”
- Tommy, 21.
“Unpredictable. They keep changing around.”
- Deasy, 21.
“Love and life complete each other.”
- Jesslyna, 24.
“Love.. It just falls and never know where, when, why, how, and… “Who-catches-it” is the most important. Hehehe :)”
- Heltien, 27.
“Life ah. Is a journey that is determined by our choices. There are no right or wrong decisions, only decisions with consequences. There are several stages in love. I remember the last and most advanced one is metta :D”
- Jia Shun, 20.
“Ladies, how do you define the meaning of love? For me, love is when a Man wipe your tears even after you left Him hanging on the cross with your sins :’)”
- Viryani, 22.
*************
Answers are credited to the right owners. Thank you for your responses, friends & family! :)
For Indonesian readers, here’s a beautiful story from a gifted young author and artist whom I feel honoured to know :)
Malam ini aku akan bercerita dan menemanimu sampai tertidur. Kuharap kamu tak keburu bermimpi sampai ceritaku selesai, sebab kali ini aku ingin bercerita tentang cinta.
Found a really good post on Oprah.com this morning ~
“Every second together counts. Every shared meal is savored; every kiss must be good enough to last weeks, maybe even months.”
“There’s the life with him and the life without him, and the life without him is much, much bigger.” —> how true :P
YESSSS <3
(Source: lovesexzodiac)